Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

Profil Daerah
http://www.indonesia.go.id/images/stories/provinsi/jakarta.png
Jakarta merupakan Ibukota Republik Indonesia, sebuah negara kepulauan dengan sekitar 13.000 pulau dan penduduk lebih dari 200 juta jiwa. Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki kebhinekaan dalam suku bangsa, bahasa, budaya, serta adat dan agama. Kebhinekaan tersebut tercermin pula di ibukota negara, Jakarta. Jakarta- yang dewasa ini berpenduduk hampir sepuluh juta jiwa - merupakan salah satu kota di Asia yang paling sering dibicarakan dengan berbagai alasan yang wajar. Jakarta telah berkembang secara luar biasa dan akan berada pada kedudukan terdepan dan bertanggungjawab di Asia pada dasawarsa-dasawarsa mendatang. Jakarta mempunyai kedudukan khas, baik sebagai ibukota negara maupun ibukota daerah swatantra. Jakarta juga merupakan pusat kegiatan sosial dan budaya dengan berbagai sarana terbaik di Indonesia dalam bidang pendidikan, budaya, olah raga, dan kesehatan. Jakarta merupakan gerbang utama Indonesia. Letaknya yang strategis di Kepulauan Indonesia, menyediakan layanan angkutan darat, udara, dan laut terbaik di Indonesia.

  1. Jakarta Kota Sejarah
  2. Jakarta Kota Niaga & Perdagangan
  3. Jakarta Kota Budaya & Pariwisata
  4. Jakarta, Kota dalam Derap Langkah Pembangunan

Sejarah

TAHUN 2000, dari sekitar 698 juta wisatawan mancanegara (wisman) yang melancong ke berbagai negara belahan dunia, ternyata telah mampu menghasiikan pendapatan sebesar US $ 476 miliar dan menyerap tenaga kerja tidak kurang dari 115 juta jiwa.

Baca Selengkapnya ?

KRISIS ekonomi yang kemudian diikuti dengan berbagai kericuhan sosial politik ternyata turut menurunkan jumlah kunjungan wisatawan ke jakarta. Ini setidaknya ditunjukkan oleh angka-angka kunjungan Wisman yang sejak 1997 nampak mulai menurun, 10,38 persen dibanding tahun sebelumnya. Atau hanya mencapai 1.505.263 orang. Angka ini memang terasa kontras karena pada tahun sebelumnya jumlah wisman ke jakarta tumbuh hingga 20,92 persen. Sementara itu untuk Wisnus sendiri baru menampakkan penurunan pada tahun 1998, walaupun dengan angka penurunan yang jauh lebih ekstrim, mencapai minus 28,03 persen. Angka penurunan wisnus ini Nampak demikian mencolok bila dibandingkan dengan perkembangannya selama dasawarsa 90-an yang rata-rata per tahun tumbuh pada kisaran 2 hingga 3 persen.

Baca Selengkapnya ?

GLOBALISASI baru dapat dikatakan benar-benar hadir dihadapan kita ketika kita tidak lagi dapat mengatakan adanya produk-produk, teknologi, korporasi, dan industri-industri nasional milik bangsa sendiri. 

Baca Selengkapnya ?

Kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat pada saat makan merupakan bagian dari ekspresi kebudayaan lokal yang mendapat pengaruh dari tradisi, tingkat ekonomi, latar belakang pendidikan, dan arus informasi. Dalam masyarakat Betawi terdapat satu tradisi yang berhubungan dengan kebiasaan makan, yaitu nyarap, makan siang, dan makan besar (makan malam).

Baca Selengkapnya ?

Ada beberapa macam pakaian masyarakat Betawi. Menurut kesempatan memakainya, dapat dibagi menjadi pakaian sehari-hari, pakaian setengah resmi, dan pakaian resmi. Pakaian sehari-hari pria Betawi berupa baju koko atau sadariah, celana batik, kain pelekat, dan peci atau kopiah. Pakaian seperti itu dapat pula dikenakan pada pertemuan-pertemuan tidak resmi antar keluarga atau kenalan, bahkan di daerah pinggiran, pakaian semacam ini dikenakan pula pada acara resmi.

Baca Selengkapnya ?

Kesenian Betawi pada awalnya hanya tumbuh dan berkembang dalarn Iingkungan kelompok masyarakat terbatas. Setelah kota Jakarta berkembang pesat sebagai ibukota negara dan pusat kebudayaan, kesenian Betawi menjadi popular di tengah-tengah kesenian daerah lainnya yang juga berkembang di Jakarta. Kesenian Betawi memang unik, berbeda dengan kesenian daerah lainnya. Dari masa ke masa kesenian Betawi terus berkembang dengan ciri-ciri budaya yang semakin mantap, sehingga mudah dibedakan dengan kelompok etnik lain. Namun bila dikaji, penampilan budaya Betawi sering menampakkan unsur kebudayaan yang menjadi sumber asalnya, sehingga tidak mustahil bentuk kesenian Betawi seringkali menunjukkan persamaan dengan kesenian daerah lain.

Baca Selengkapnya ?

Suatu keluarga Betawi dapat melakukan upacara yang kalau kecil sifatnya disebut sedekahan, tetapi kalau upacara itu cukup besar biasanya disebut pesta atau hajatan. Besar kecilnya upacara terutama ditentukan oleh kejadian yang dianggap penting dalam lingkar kehidupan individu, juga ditentukan kemampuan si empunya hajat. Hajatan yang sifatnya kecil, dilakukan sesederhana mungkin, asalkan dapat memenuhi syarat yang harus dipenuhi dalam upacara.

Baca Selengkapnya ?

Islam adalah agama utama yang dijadikan pedoman hidup, di samping kepercayaan yang mempunyai variasi di beberapa daerah Betawi yang diperlukan untuk menjaga kelangsungan kehidupan di dunia dengan selamat. Orang Betawi percaya beberapa syarat yang harus dipenuhi sebagai keyakinan religius yang dijalankan dalam bentuk tindakan, yaitu tindakanupacara. Sehubungan dengan adanya kepercayaan akan adanya roh, hantu, jin dan kekuatan spiritual serta tindakan upacara terhadap daur hidup. Penyakit atau beberapa gangguan datang menimpa mereka yang tidak menjalankan tindakan sesuai dengan yang dikehendaki oleh kehidupan ini. Hal tersebut memperlihatkan meski Islam tampak penting bagi orang Betawi, tetapi unsur kepercayaan tidak ditinggalkan. Orang Betawi yang dikenal sebagai pemeluk Islam, sebenamya masih dapat dibuat tipologinya berdasarkan patuh tidaknya menjalankan perintah agama, yaitu orang taat menjalankan rukun Iman, serta mereka yang tidak taat menjalankan perintah agama.

Baca Selengkapnya ?

Orang Betawi sendiri menyebut bahasa yang mereka gunakan sebagai "omong Betawi" atau ada pula yang menyebutnya bahasa Betawi saja. Istilah babasa Betawi juga digunakan oleh beberapa orang ahli bahasa seperti Lie Kim Hok dan C.D.Grijns.

Baca Selengkapnya ?

 

Sumber: jakarta.go.id