LIPI Jelaskan Pengaruh Suhu Panas Terhadap Virus Corona

By PUBinfo Redaksi 07 Apr 2020, 13:29:12 WIB | dibaca : 47 pembaca

LIPI Jelaskan Pengaruh Suhu Panas Terhadap Virus Corona

Foto: Infografis/Penyebaran Virus Corona /Edward Ricardo

Jakarta - Peneliti mikrobiologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sugiyono Saputra memberikan penjelasan terkait pengaruh temperatur atau suhu panas dan kelembaban terhadap penyebaran virus corona. Menurut dia, analisis sebuah studi mengatakan ketahanan virus penyebab Covid-19 itu semakin berkurang dalam temperatur atau suhu panas dan kelembaban tinggi.

"Memang ada beberapa studi yang menyatakan bahwa temperatur dan kelembaban udara dapat mempengaruhi penyebaran Covid-19. Pernyataan tersebut merupakan hasil analisis dari jumlah penderita Covid-19 di berbagai negara yang dikaitkan dengan kondisi lingkungan setempat," ujar Sugiyono kepada cnnindonesia.com, Senin (6/4/2020), seperti dilansir cnbcindonesia, Selasa (7/4/2020).

Ia mengatakan, secara umum kasus Covid-19 saat ini terkonsentrasi di belahan bumi utara yang sedang mengalami musim dingin dengan temperatur di bawah 18 derajat celcius dan kelembaban kurang dari dari 9 g/m3.

Sugiyono juga mengatakan dalam studi menyebutkan ketahanan virus yang menurun akibat temperatur dan kelembaban yang tinggi secara otomatis membuat penyebaran diprediksi akan semakin melambat. Dia berkata situasi itu membuat Covid-19 seperti virus flu musiman yang umumnya berakhir ketika musim panas tiba.

Lebih lanjut, Sugiyono mengatakan virus yang sudah masuk ke dalam tubuh tidak akan terpengaruh dengan temperatur dan kelembaban lingkungan. Dia mengatakan temperatur dan kelembaban tinggi hanya menurunkan ketahanan virus di luar tubuh.

"Ketika virus sudah di dalam tubuh dan ditularkan secara cepat lewat kontak langsung, faktor tersebut bisa saja tidak berpengaruh," ujarnya.

Di sisi lain, Sugiyono menyampaikan ruangan tertutup dan sirkulasi udara yang tidak baik dapat memperparah penyebaran virus corona. Faktor demografi pasien, kapasitas penanganan pasien, penanggulangan, dan karakteristik virus itu sendiri, yang mungkin sudah bisa beradaptasi dengan suhu yang lebih panas mempengaruhi ketahanan virus corona baru tersebut.

"Dari bukti sejauh ini, virus Covid-19 dapat ditularkan di semua area, termasuk daerah dengan cuaca panas dan lembab. Yang pasti, setelah ditetapkan pandemi oleh WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), Covid-19 bisa menyerang siapapun dan di mana pun, tidak memandang ras maupun letak geografisnya," ujar Sugiyono.

Tetap waspada

Sugiyono menuturkan semua pihak harus tetap intensif melakukan pencegahan penularan Covid-19. Dia tidak ingin meningkatnya temperatur di Indonesia membuat upaya penanggulangan pandemi tidak lagi dilakukan dengan baik.

"Bukan berarti pula kita akhirnya beranggapan bahwa di daerah tropis, seperti di Indonesia di mana suhu dan kelembapannya tinggi, SARS-CoV-2 tidak akan menyebar separah di China dan beberapa negara Eropa," ujar Sugiyono.

Dia menambahkan mitigasi Covid-19 harus dilakukan semaksimal mungkin hingga proses transmisi dapat diminimalkan atau dihentikan.

"Kita juga harus tetap waspada dan tetap mempraktikkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), kebersihan lingkungan, serta membatasi interaksi sosial atau kerumunan. Walaupun demikian, semoga saja prediksi itu benar sehingga pandemi ini pun akan cepat berakhir," kata Sugiyono.

 

Sumber ; cnbcindonesia.com