Bukan Satu, Erick Buka-bukaan Soal IPO 2 Anak Usaha Pertamina

By PUBinfo Redaksi 06 Mei 2021, 12:20:27 WIB | dibaca : 146 pembaca

Bukan Satu, Erick Buka-bukaan Soal IPO 2 Anak Usaha Pertamina

Foto: Ilustrasi

Jakarta - Pemerintah menargetkan dua anak usaha PT Pertamina (Persero) akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) tahun ini.

Dua anak usaha tersebut yakni PT Pertamina International Shipping (PIS) dan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengatakan PIS diharapkan akan IPO di tahun ini, setelah rampungnya konsolidasi anak usaha Pertamina di bidang marine shipping ini.

"Untuk go public-nya tentu kita melihat daripada banyaknya corporate action yang akan terjadi diaction, ini kan ada banyak ada swasta, BUMN tentu window-nya pada saat yang tepat, tapi Insya Allah tahun ini," kata Erick di Gedung Patra Jasa, Jakarta, Rabu (5/5/2021).

PIS membutuhkan dana besar untuk mengembangkan bisnis di bidang integrated marine dan logistik untuk gas. Selain itu juga untuk konversi pembangkit diesel ke gas.

"Bagaimana rencana investasinya? Setelah masuk ke pasar kita punya rencana juga prospek pertama masuk ke bisnis integrated marine dan logistik untuk gas," kata Nicke Widyawati, Direktur Utama Pertamina di kesempatan yang sama.

Anak usaha lain Pertamina Geothermal Energy (PGE) juga bakal IPO tahun ini. Namun IPO PGE masih menunggu penyelesaian pembentukan holding BUMN panas bumi.

PGE rencananya bakal menjadi induk dari holding tersebut. Anggota holding adalah PT PLN Gas & Geothermal, serta PT Geo Dipa Energi.

Wakil Menteri BUMN, Pahala Nugraha Mansury, mengatakan saat ini proses pembentukan holding BUMN panas bumi masih terus berlanjut. Penggabungan ini diharapkan akan selesai pada kuartal ketiga atau keempat di 2021.

"Kita harap bahwa semuanya kita, dari Kemenkeu [Kementerian Keuangan] sudah komit [commitment] bahwa akan gabungkan ini semua. Kita tunggu saja. Kita harap integrasi yang disampaikan Bu Dirut [Direktur Utama Pertamina] ini bisa cepat, jangan sampai kita integrasinya lama karena beberapa pertimbangan," kata Pahala di kesempatan yang sama.

Diharapkan agar rencana penggabungan ketiga perusahaan tersebut tidak molor agar sejalan dengan upaya pemerintah untuk menuju dekarbonisasi. Setelah tiga perusahaan ini digabungkan kapasitas pembangkit yang dimiliki akan mencapai 1,4 giga watt (GW).

Nicke menyebut pengembangan geothermal ini nantinya tidak hanya di pembangkit listrik saja, namun kedepannya juga akan ada pengembangan yang lainnya yang dilakukan tanpa membuka wilayah kerja baru. Namun integrasi yang sudah dilakukan ini akan menurunkan biaya pengembangan dari yang sudah ada sekarang.

"Nanti kita lihat dengan teknologi yang ada kita bisa meningkatkan existing geothermal plant yang ada bisa kita tingkatkan tanpa harus membuka wilayah kerja baru dan sebagainya. Kita akan lakukan integrasi ini agar secara scale membaik, sehingga nanti kita bisa agak menurunkan biaya pengembangnnya," tandasnya.

 

Sumber : cnbcindonesia.com