Bansos Kuota Internet Rp 2,3 T Sasar 26 Juta Orang

By PUBinfo Redaksi 05 Agu 2021, 10:52:07 WIB | dibaca : 78 pembaca

Bansos Kuota Internet Rp 2,3 T Sasar 26 Juta Orang

Foto: Ilustrasi

Jakarta - Pemerintah melanjutkan lagi bantuan sosial (bansos) kuota internet untuk kepentingan belajar mengajar hingga November nanti. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan anggaran untuk melanjutkan program tersebut sebesar Rp 2,3 triliun.

Rinciannya, bantuan untuk siswa PAUD akan diberikan kepada 1.529.949 orang dengan anggaran Rp 88,35 miliar.

Kemudian untuk siswa pendidikan jenjang dasar dan menengah akan diberikan kepada 20.528.602 orang dengan anggaran Rp 1,69 triliun. Lalu untuk pendidik jenjang dasar dan menengah ada sekitar 1.560.073 orang guru yang mendapatkan bantuan kuota dengan anggaran Rp 154 miliar.

Sedangkan untuk dosen dan mahasiswa jumlah targetnya ada 3.272.620 orang dengan anggaran sebesar Rp 404,9 miliar. Sedangkan sasaran program bansos kuota internet itu adalah siswa, guru, mahasiswa, dan dosen, yang totalnya lebih dari 26 juta orang.

"Jadi kuota internet ini mencakup 26.891.244 orang dari Kemdikbud, dan anggarannya Rp 2,3 triliun," papar Sri Mulyani dalam keterangan secara virtual tentang bansos kuota internet, Rabu (4/8/2021).

Sementara itu Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim mengatakan bansos kuota internet cair sebulan pada tanggal 11-15 tiap bulan. Besaran bantuan kuota internet untuk peserta didik PAUD akan mendapatkan kuota 7 GB per bulan, kemudian untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah 10 GB per bulan. Lalu untuk pendidik PAUD, jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 12 GB per bulan.

"Untuk perguruan tinggi, mahasiswa dan dosen akan mendapatkan 15 GB per bulan," terang Nadiem.

Nadiem mengatakan semua informasi mengenai bansos kuota internet yang paling benar dan valid hanya lewat kuotabelajar.kemdikbud.go.id. Nadiem juga menjamin semua data dan informasi soal bansos kuota internet akan difasilitasi satuan pendidikan dan universitas.

"Jadi bagi apapun informasi harus resmi dari Kemdikbud Ristek. Hanya bersumber dari satu situs, yaitu kuotabelajar.kemdikbud.go.id. Di situ lah semua informasinya. Semua data akan difasilitasi setiap satuan pendidikan dan universitas," ungkap Nadiem dalam konferensi pers virtual, Rabu (4/8/2021).

Dia juga berpesan khusus kepada orang tua atau wali murid agar tidak mudah percaya dengan hoax bantuan kuota internet. Apalagi yang meminta untuk melakukan pendaftaran secara mandiri.

Semua pendaftaran dan penghimpunan data para peserta didik maupun pendidik yang akan mendapatkan bansos kuota internet akan diurus pihak sekolah atau perguruan tinggi.

"Jadi selalu lewat sekolah atau kampus, jangan seorang pun misalnya orang tua dapatkan ini secara mandiri semua ini melalui sekolah data semua melalui Dapodik dan PD Dikti," ungkap Nadiem.

 

Sumber  : detik.com