Satu Lagi Gejala Long COVID Ditemukan Peneliti, Terkait dengan Mata

Di Kutip Oleh : PUBinfo Redaksi 28 Jul 2021, 08:56:29 WIB | dibaca : 106 pembacaKesehatan

Satu Lagi Gejala Long COVID Ditemukan Peneliti, Terkait dengan Mata

Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: thinkstock)

Jakarta - Sebuah penelitian terbaru menunjukkan adanya kerusakan saraf mata setelah terinfeksi COVID-19 atau gejala long COVID-19.

Kerusakan saraf di mata terjadi karena adanya penumpukan sel kekebalan tubuh pada kornea.

Dikutip dari laman Live Science, temuan ini diduga para ahli lantaran terkait beberapa gejala long COVID-19 yang menyebabkan kerusakan saraf tepi atau perifer.

Kerusakan saraf tepi bisa mengganggu pengiriman informasi dari organ ke otak atau sebaliknya. Kondisi ini membuat peneliti menduga jika long COVID membuat sebagian saraf di tubuh yang rusak, termasuk pada saraf kornea di mata.

Penelitian ini dilakukan dengan teknik mikroskop confocal kornea (CCM), di mana peneliti mengambil foto sel saraf kornea, yaitu pada lapisan transparan mata yang menutupi pupil dan iris. Peneliti kemudian menggunakan prosedur non-invasif untuk menghitung jumlah sel saraf di kornea.

"Ini seperti barometer yang nyaris sangat bagus, sekaligus untuk mendeteksi kerusakan saraf di tempat lain," jelas peneliti sekaligus Profesor Kedokteran Weill Cornell Medicine Qatar, dr Rayaz Malik.

Hasilnya peneliti menemukan orang yang mengalami gangguan fungsi otak (neurologi) setelah terkena COVID-19, seperti kehilangan fokus, kehilangan indra penciuman, hingga sakit kepala, berisiko mengalami kerusakan saraf transparan di kornea, dibanding mereka yang tidak mengalami gangguan neurologi.

Penelitian ini melibatkan 40 orang yang sudah sembuh dari COVID-19, dari satu hingga 6 bulan setelah dinyatakan negatif COVID-19.

Selama tiga bulan pertama, hanya ada 29 orang yang mengaku sudah pulih seutuhnya dibandingkan dengan peserta lainnya.

Untuk data penelitian, peserta menjalani pemindaian kornea, ditambah dengan wawancara seputar kondisi dan gejala neurologis yang dialami mereka.

Peserta juga diminta untuk mengisi kuesioner seputar nyeri neuropatik seperti sensasi mati rasa, tertusuk, terbakar di tubuh serta melemahnya otot.

Selanjutnya peneliti berniat akan memperluas cakupan penelitiannya, bukan hanya terhadap 40 orang saja, untuk memastikan adanya kerusakan saraf kornea mata sebagai gejala long COVID.

"Orang mungkin berkata, penelitian dengan 40 pasien tidak cukup membuktikan, dan kami setuju membutuhkan jangkauan penelitian yang lebih besar," pungkas Malik.

 

Sumber : detik.com