Komunitas Anak Alam

Di Kutip Oleh : Redaksi PUBinfo

Salam Anak Alam,

Ini adalah sebuah cerita nyata tentang kehidupan masyarakat marjinal dan terlewatkan di sebuah 'Pulau Wisata Terbaik di Dunia', Bali. Dibalik gemerlap pariwisata Bali, ada sebuah kehidupan di kampung terpencil yang berjalan pelan, seperti biasa, begitu sejak dulu, tak pernah melihat dunia luar.

Sementara anjing jalanan disantuni banyak LSM, penyu hijau disponsori oleh banyak perusahaan dan di kota-kota didirikan sekolah-sekolah internasional, siapa mau peduli dengan anak-anak ini? Suara anak - anak ini tak pernah didengar, tertelan lemabh, tersapu angin.

Bagi anak-anak yang tinggal di desa Blandingan dan beberapa desa di bebukitan kaldera danau Batur - Kintamani, kehidupan bagi mereka sangatlah berbeda. Sementara anak-anak seumuran mereka bisa menikmati fasilitas pendidikan lengkap, gizi yang cukup, bermain play station, jalan-jalan ke mall, makan makanan cepat saji, ke salon setiap akhir bulan, mereka melewati keseharian dengan rutinitas yang sama, membantu orang tua untuk menambah penghasilan tambahan, bekerja di lahan pertanian, menjaga adik-adiknya, mengambil air dari bak yang berjarak beberapa kilometer untuk dibawa pulang, bermain dengan mainan sangat sederhana, atau berjualan makanan kecil keliling kampung.

Sejak momen yang menyentuh itu kami bermimpi suatu ketika kelak bagaimana caranya agar kami bisa membantu mereka sehingga memiliki kesempatan untuk melihat dunia luar seperti anak-anak yang lain, memberikan pengalaman hidup yang lebih baik, akses terhadap pengetahuan, meretas masa depan yang lebih layak. Dan dengan memulai hanya bermodalkan mimpi itu dan semangat, kami berharap mampu mewujudkan mimpi itu, tentu juga bersama kalian, meninggalkan jejak keringat kita bersama-sama! Berbagi kebajikan!

Atas nama anak-anak alam, kami mengucapkan terimakasih atas kepedulian kawan-kawan, donatur dan relawan yang telah memberikan sumbangsihnya selama ini.

Sekilas Tentang Komunitas Anak Alam

Bahwasanya kumpulan dari sejumlah kecil warga negara yang memiliki komitmen kuat selama ini telah membuktikan kepada dunia bahwa mereka mampu membuat perubahan besar kepada komunitasnya. Dan hal itulah yang kami yakini saat ini dalam hati. Sebagai anak-anak muda Bali yang memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dimana banyak sekali di luar sana yang tidak memiliki kesempatan yang sama, maka ketika banyak orang memilih untuk bekerja di perusahaan-perusahaan besar dan pekerjaan yang secara umum dipilih para orang muda, setelah berada bersama anak-anak dari keluarga tidak mampu di desa terpencil Blandingan-Kintamani, kami berubah pikiran! Bahwasanya pada akhirnya “ILMU PENGETAHUAN BUKANLAH ALAT UNTUK MEMENUHI HASRAT PRIBADI, TAPI ALAT UNTUK KEMAJUAN SOSIAL”.

Kami membentuk sebuah Komunitas ANAK ALAM sebagai sebuah perwujudan komitmen kami bahwa “Mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik adalah hak semua orang termasuk anak-anak yang hidup di kampung-kampung terpencil tersebut.” Komunitas ANAK ALAM merupakan sebuah organisasi nirlaba, yang terdiri dari individu-individu yang merasa bertanggung jawab untuk memberikan sumbangsih nyata memberikan segala kemampuan, pikiran, tenaga dan dirinya untuk menjadi agen perbaikan terhadap komunitas dimana ia berada. Berbagi kebaikan, pengetahuan maupun pemahaman akan kecintaan terhadap kehidupan, alam, dan masa depan sehingga anak-anak kita nantinya akan mewarisi bumi BAIK, juga mendapatkan pengalaman dan kesempatan hidup yang lebih layak.

“Jagalah bumimu, Cintai anak-anakmu.™”

Bagi kami dalam alam yang rapuh seperti saat ini, setiap satu generasi sangatlah berarti. Bagi pulau yang kecil ini sejengkal tanah dan setetes air sangatlah berharga. Dengan credo itu kami ingin, kita akan memberikan bumi yang lebih layak dan kehidupan yang lebih baik kepada semua anak-anak yang nantinya akan meneruskan generasi berikutnya. Dimana saat ini terlalu sering kita lihat bumi telah menjadi korban ketak pedulian manusia dan korban berikutnya adalah anak-anak sebagai generasi penerus kita.

Visi:

Memberikan wadah bagi kaum muda Bali khususnya dan seluruh anak muda Indonesia untuk menunjukkan diri sebagai anak muda yang selain berpendidikan tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi dan untuk mengakomodasi masyarakat peduli yang lain untuk berbagi kebaikan bersama-sama. Memberikan masa depan yang lebih baik kepada anak-anak kita sekaligus memberikan bumi yang lebih layak huni.

Misi:

Memberikan kesempatan kepada anak-anak dari kampung-kampung terpencil Bali khususnya desa-desa “ Bali aga “ di seputaran kaldera gunung Batur dan di pesisir Bali yang lain agar mendapatkan peri kehidupan yang lebih layak, pengalaman hidup yang lebih baik, akses terhadap pengetahuan, yang selama hidup mereka sedikit memiliki kesempatan untuk menikmati kehidupan secara layak, dan telah menjadi korban dari ketidak berdayaan ekonomi keluarga, sehingga mereka harus kehilangan kesempatan untuk menikmati kehidupan masa kanak-kanak mereka dengan baik, membantu keluarga mencari nafkah tambahan dengan berjualan keliling kampung dan bekerja di ladang atau menjaga adik-adik mereka yang masih kecil-kecil.
Mendirikan rumah-rumah baca dan ruang bermain gratis di seluruh pelosok desa-desa terpencil di Bali sehingga dapat memacu minat baca anak-anak dan membantu perkembangan motorik dan kreativitas mereka untuk menemukan talentanya masing-masing. Dimana telah semua dari kita menyadari bahwa untuk membangun peradaban yang lebih baik, kita harus memulai dengan pengetahuan yang lebih baik khususnya dimulai dari usia dini.
Memberikan kesempatan kepada anak-anak dari kampung-kampung terpencil dan keluarga-keluarga kurang mampu di Bali agar mampu meningkatkan gizi melalui pemberian makanan gratis dan asupan makanan yang lebih baik, dan pengajaran pola-pola hidup sehat dengan melibatkan aparat desa, masyarakat dan dinas kesehatan desa, dimana selama ini mereka sangat tidak memikirkan tentang kesehatan lingkungan dan banyak anak-anak yang meninggal karena lingkungan yang kurang higienis.
Melakukan kegiatan penyelamatan lingkungan hidup dimana karena kurangnya pengetahuan masyarakat di perkampungan terpencil Bali saat ini sehingga selama ini mereka telah berperilaku tidak bertanggungjawab dang mengeksplorasi alam secara berlebihan tanpa peduli kesinambungan bagi generasi-generasi baru. Dibandingkan dengan sepuluh tahun lalu., tlah tampak saat ini alam yang sudah mulai tercemar, danau terkontaminasi pestisida, debit air danau menurun, batu-batu lahar telah dibongkar dan dijual, hutan-hutan lindung pemerintah di balik Gunung Batur telah dijarah, digunduli dan dijadikan areal pertanian sayur mayur.

"MARI KITA BERKARYA KETIKA KITA MUDA; SETELAH KESENANGAN USIA REMAJA DAN BEBAN USIA TUA BUMI AKAN MEMELUK KITA"

 

Sumber: anakalam.org