Polri Gandeng Mahasiswa Tangkal Hoaks Jelang Pemilu 2019

By PUBinfo Redaksi 16 Jan 2019, 10:17:29 WIB | dibaca : 70 pembaca

Polri Gandeng Mahasiswa Tangkal Hoaks Jelang Pemilu 2019

Seminar bertajuk "Milenial Anti-Hoax" di Unas Jakarta Selatan.

Jakarta - Berbagai cara dilakukan Satgas Nusantara Polri dalam menangkal maraknya hoaks jelang pelaksanaan Pemilu 2019. Salah satunya dengan menggandeng mahasiswa sebagai perwakilan generasi milenial.

Bahkan mahasiswa diharapkan mampu mendinginkan suasana di tengah panasnya iklim politik yang diwarnai propaganda, ujaran kebencian, hingga hoaks yang begitu masif tersebar di media sosial.

"Mahasiswa saya harap tetap berperan aktif menjadi pendingin, mendinginkan, dan berpikir rasional, terhadap hoaks," ujar Wakasatgas Nusantara Polri Brigjen Fadil Imran dalam seminar bertajuk "Milenial Anti-Hoax" di Universitas Nasional (Unas), Jakarta Selatan, Selasa (15/1/2019).

Fadli berharap, mahasiswa sebagai generasi muda yang terpelajar tidak mudah terpancing dengan informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Jika ada berita hoaks, cek dan ricek. Cek sumbernya, jangan hanya percaya satu sumber. Ketika ada informasi di medsos, konfirmasi lagi ke media mainstream," ucapnya.

Mantan Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri itu juga mengajak mahasiswa proaktif memberantas hoaks dengan cara melaporkan temuan berita yang dinilai janggal. Menurutnya, peran aktif mahasiswa akan sangat membantu menciptakan suasana kondusif jelang Pemilu 2019.

"Laporkan jika ada konten di media sosial yang menurut adik-adik mahasiswa mengandung berita-berita bohong yang dapat memecah belah bangsa ini, yang dapat mengganggu rasa aman," tutur Fadil.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, sebagai agent of change, mahasiswa diminta menjadi garda terdepan dalam memberantas hoaks. Mahasiswa juga diminta menyebarkan virus-virus kebaikan di masyarakat untuk menangkal penyebaran hoaks.

"Sebagai milenial intelektual, kami perlu melibatkan mahasiswa untuk bersama-sama menangkal hoaks. Kampus dan mahasiswa kami harapkan menjadi agent of change untuk memberikan sosialisasi," ujar Dedi.

Seminar tersebut juga dihadiri sejumlah pembicara kompeten, seperti pengamat media sosial Enda Nasution, pengamat Psikologi Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati, dan Dosen Ilmu Komunikasi Unas Dwi Kartikawati.

 

Sumber : liputan6.com