Mensos: Kemiskinan Turun karena Program Jokowi Tepat Sasaran

By PUBinfo Redaksi 16 Jan 2019, 09:56:34 WIB | dibaca : 120 pembaca

Mensos: Kemiskinan Turun karena Program Jokowi Tepat Sasaran

Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita mengklaim penurunan tingkat kemiskinan Indonesia tak terlepas dari program Presiden Joko Widodo yang tepat sasaran. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita mengklaim penurunan tingkat kemiskinan Indonesia pada September 2018 menjadi 25,67 juta orang tak terlepas dari program pemerintahan Presiden Joko Widodo yang tepat sasaran.

"Jadi memang konsep atau program-program yang dibuat pemerintahan Pak Jokowi yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial, yang di dalamnya mengenai kemiskinan, ada pendidikan, kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang secara relatif berpenghasilan lebih rendah, yang rentan terhadap kemiskinan, itu programnya memang terbukti berjalan dengan baik, dan programnya tepat," kata Agus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (15/1).

Agus pun optimistis pada akhir 2019 nanti tingkat kemiskinan Indonesia menyentuh angka 9 persen dari total penduduk.

Menurut Agus, salah satu langkah pemerintah mengurangi tingkat kemiskinan adalah dengan terus meningkatkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH).

"PKH itu menurut pandangan saya memberikan kontribusi yang substansial dalam program kesejahteraan rakyat, terutama pengurangan kemiskinan tadi," ujarnya.

Agus menjabarkan bahwa bantuan PKH difokuskan pada tiga hal yaitu masalah pendidikan, kesehataan, dan kesejahteraan.

Politikus Partai Golkar itu menyatakan selain PKH, pemerintah juga memiliki program lain yang ditujukan untuk mengurangi tingkat kemiskinan.

Menurut Agus, bantuan tersebut di luar dari program Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), serta program Kementerian Sosial berupa bantuan beras sejahtera (Rastra). Saat ini, kata Agus program Rastra secara bertahap akan dialihkan menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Program-program seperti ini, yang mungkin juga ada dari kementerian/lembaga lain, mempunyai fungsi besar dalam percepatan pengurangan kemiskinan," ucapnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan Indonesia pada September 2018 turun menjadi 25,67 juta orang atau setara 9,66 persen dari total penduduk. Pada Maret 2018, penduduk miskin sebanyak 25,95 juta orang atau 9,82 persen.

Secara wilayah, jumlah penduduk miskin terbesar ada di Pulau Jawa mencapai 13,34 juta orang, Pulau Sumatera 5,98 juta orang, Pulau Bali dan Nusa Tenggara 2,05 juta orang, Pulau Sulawesi 2,06 juta orang, Pulau Maluku dan Papua 1,53 juta orang, dan Pulau Kalimantan 980 ribu orang. 

 

Sumber : cnnindonesia.com