Menperin Agus Gumiwang Fokus Lanjutkan Program Prioritas

By PUBinfo Redaksi 24 Okt 2019, 10:20:38 WIB | dibaca : 12 pembaca

Menperin Agus Gumiwang Fokus Lanjutkan Program Prioritas

Foto: Ilustrasi

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan akan melaksanakan visi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menekankan fokus kerja Kabinet Indonesia Maju dalam lima tahun ke depan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM), penciptaan lapangan kerja, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, visi tersebut akan dilanjutkan oleh Kemenperin melalui berbagai program dan kebijakan strategis yang telah dijalankan.

"Semua yang dijalankan oleh Pak Airlangga sudah baik, tugas saya hanya melanjutkan. Tetapi ada tugas-tugas yang harus segera diselesaikan, itu menjadi PR bagi saya. Tentunya sesuai dengan arahan dari Presiden," kata Menperin Agus Gumiwang di Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Sebelumnya, Menperin dijabat oleh Airlangga Hartarto, yang kini menduduki posisi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Agus Gumiwang dan Airlangga Hartarto merupakan politisi Partai Golkar dan pernah menjadi legislator di DPR RI.

Agus menyebutkan, pengembangan kompetensi SDM khususnya untuk memenuhi kebutuhan sektor industri, di antaranya bakal dipasok dari hasil kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi. Selama ini, Kemenperin sudah punya program Diklat 3 in 1, yang juga akan terus didukung dengan program link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan industri.

Berdasarkan catatan Kemenperin, pada periode tahun 2015-2018 telah diselenggarakan pelatihan tenaga kerja industri dengan sistem 3-in-1 (pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja) yang bekerja sama dengan sejumlah sektor industri. Hasilnya, sebanyak 81.176 orang tenaga kerja industri kompeten yang telah terserap di dunia industri. Pada tahun 2019, Kemenperin menargetkan pelatihan industri berbasis kompetensi dengan sistem 3-in-1 ini dapat meluluskan sebanyak 72.000 orang.

Sementara itu, sejak diluncurkan program vokasi industri yang link and match antara SMK dengan industri pada tahun 2017, Kemenperin telah melibatkan 2.612 SMK dan 1.032 industri. Kegiatan ini menghasilkan sebanyak 4.987 perjanjian kerja sama dan telah menelurkan tenaga kerja industri yang kompeten hingga 594.972 orang.

"Kemudian, kami akan terus mendorong transformasi sektor manufaktur dan pembangunan wilayah-wilayah industri. Bahkan, Presiden secara khusus menekankan pula pada pengembangan sektor industri kecil dan menengah (IKM)," ujar Agus.

Berdasarkan program prioritas peta jalan Making Indonesia 4.0, pemerintah fokus untuk mengakselerasi sektor manufaktur agar melakukan transformasi ke arah industri 4.0 atau digitalisasi. Upaya strategis ini dinilai bisa meningkatkan produktivitas secara lebih efisien sehingga mampu mendongkrak daya saing.

Tidak hanya menyasar pada sektor skala besar, Kemenperin juga proaktif mengajak pelaku IKM nasioal untuk melek digital. Oleh karena itu, diluncurkan program e-Smart IKM sejak tahun 2017. Hingga 2019, telah dilaksanakan workshop e-Smart IKM yang diikuti sebanyak 10.038 peserta dengan total transaksi penjualan yang dihasilkan sebesar Rp3,27 Miliar.

Penerapan industri 4.0 diyakini bisa mengoptimalkan potensi pada penambahan pertumbuhan ekonomi sekitar 1-2% dari baseline pertumbuhan 5%, peningkatan kontribusi industri terhadap PDB hingga 25%, peningkatan net export sebesar 10%, dan menciptakan sebanyak 17 juta lapangan kerja. Aspirasi besar dari sasaran tersebut, menjadikan Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara yang punya perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.

"Selanjutnya, untuk memperluas pasar sektor industri, kami akan menguatkan kerja sama bilateral. Ada empat negara yang potensial," ungkapnya. Di samping itu, Agus ingin mendorong percepatan penggunaan energi terbarukan, hingga B-100. "Kami juga fokus terhadap substitusi impor," imbuhnya.

 

Sumber : sindonews.com