Kompolnas Minta Brigjen Prasetijo Diperiksa atas Dugaan Lindungi Djoko Tjandra

By PUBinfo Redaksi 16 Jul 2020, 11:07:23 WIB | dibaca : 88 pembaca

Kompolnas Minta Brigjen Prasetijo Diperiksa atas Dugaan Lindungi Djoko Tjandra

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti (Rachman Haryanto/detikcom)

Jakarta - Brigjen Prasetijo Utomo dicopot dari jabatan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri imbas pembuatan surat jalan untuk Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Kompolnas menilai Brigjen Prasetijo seharusnya tak cukup hanya dicopot dari jabatannya tapi juga diperiksa terkait dugaan pidana.

"Selain dicopot, kami berharap oknum yang bersangkutan diperiksa pidana dengan dugaan melindungi buronan koruptor dan dijerat TPPU," kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti kepada wartawan, Rabu (15/7/2020).

Poengky mengatakan kasus yang melibatkan polisi berpangkat jenderal ini sangat memalukan dan merusak citra Polri. Oleh karena itu, sanksi tegas harus diberikan kepada Brigjen Prasetijo ini.

"Bagaimana mana mungkin ada surat jalan pada orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan Polri. Apalagi digunakan untuk melindungi buron perkara besar," ucap Poengky.

Kompolnas, kata dia, menyarankan agar perbuatan dari Brigjen Prasetijo dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Dia berjanji Kompolnas akan mengawal proses pertanggungjawaban yang bersangkutan.

"Kompolnas merekomendasikan untuk diproses hukum untuk pertanggungjawaban perbuatan BJP Prasetijo, baik secara hukum pidana maupun aturan internal terkait disiplin dan kode etik profesi Polri. Kompolnas akan terus memantau proses pertanggungjawaban ini, menjadi catatan khusus terkait integritas Perwira Tinggi Polri," katanya.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Idham Azis mencopot Brigjen Prasetijo Utomo dari jabatan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri. Keputusan pencopotan Prasetijo tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/1980/VII/KEP./2020 dan diteken As SDM Kapolri Irjen Sutrisno Yudi Hermawan.

"Ya benar. Komitmen Kapolri, jika melanggar aturan segera dicopot," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada detikcom, Rabu (15/7).

Prasetijo di-nonjob-kan di Pelayanan Markas (Yanma) Polri. Dalam surat telegram, tertulis mutasi Prasetijo dalam rangka pemeriksaan internal.

Brigjen Prasetijo Utomo ditahan di tempat khusus di Propam Mabes Polri dalam rangka pemeriksaan terkait pembuatan surat jalan untuk Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Propam menyatakan Prasetijo terbukti bersalah melanggar kode etik.

"Setelah dinyatakan oleh propam untuk penyidikan yang bersangkutan ada kesalahan sesuai dengan peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang kode etik Polri dan kemudian juga ada PP Nomor 2 Tahun 2003 tentang disiplin anggota Polri," kata Argo.

Argo mengatakan Prasetijo ditahan selama 14 hari. Selama masa pemeriksaan, Prasetijo dimutasi ke Pelayanan Markas (Yanma) Polri.

 

Sumber ; detik.com