Inalum-Krakatau Steel Bakal Integrasi Bisnis di Morowali?

By PUBinfo Redaksi 15 Jan 2019, 14:15:29 WIB | dibaca : 152 pembaca

Inalum-Krakatau Steel Bakal Integrasi Bisnis di Morowali?

Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan baru-baru ini melakukan kunjungan ke Kawasan Industri Morowali. 

Dari kunjungannya itu, Luhut mengatakan, Kawasan Morowali, ke depannya akan menjadi kawasan industri yang terintegrasi yang memproduksi berbagai macam produk, antara lain nikel, stainless steel, carbon steel, hingga baterai lithium.

Untuk mencapai integrasi tersebut, Luhut menyebut PT Inalum (Persero) disebut menjadi salah satu perusahaan yang akan terintegrasi, melalui kerja sama dengan Krakatau Steel. 

"Mengenai Inalum, kami maunya terintegrasi. Inalum ini kan sekarang (produksinya) alumunium, nah pak Budi Sadikin (Dirut Inalum) kemarin dia lihat betul-betul kedua bahwa harus diintegrasikan," tutur Luhut, di Jakarta, Senin (14/1/2019).

Menanggapi hal ini, Kepala Komunikasi Korporat dan Hubungan Pemerintah PT Inalum (Persero) Rendi Witular mengatakan, Inalum masih melakukan kajian untuk rencana integrasi tersebut.

"Semua masih dalam kajian, yang penting bagaimana kita memanfaatkan potensi sumber daya tambang kita sebesar besarnya untuk bangsa kita," ujar Rendi kepada CNBC Indonesia saat dihubungi, Selasa (15/1/2017).

Lebih lanjut, Luhut menjelaskan, menurut rencananya, semisal jika nanti PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) masuk juga di konsorsiumnya Inalum, ini bisa menurunkan beban Krakatau Steel. 

"Sekarang costnya di Morowali itu sampai 20-30% lebih murah dari KRAS, baja slap-nya itu KRAS masih banyak impor, padahal, di Morowali sudah ekspor slap," jelasnya.

"Saya pikir nanti industri kita ini akan betul-betul terintegrasi, industri punya BUMN dan swasta, kita akan ambil stainless steelnya dari situ untuk bikin sendok, garpu, raw material-nya dari luar," pungkas Luhut.

 

Sumber : cnbcindonesia.com