Harga Cabai Turun, BI Catat Deflasi Pekan Ketiga September

By PUBinfo Redaksi 21 Sep 2019, 09:19:03 WIB | dibaca : 7988 pembaca

Harga Cabai Turun, BI Catat Deflasi Pekan Ketiga September

Foto: Ilustrasi

Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebut Indeks Harga Konsumen (IHK) pekan ketiga September turun 0,19 persen secara bulanan (month-to-month) dibanding Agustus. Hal ini sesuai dengan survei pemantauan harga nasional yang dilakukan otoritas moneter itu secara berkala.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kondisi ini membuat inflasi secara tahunan (year-on-year) sebesar 3,48 persen. Dengan kata lain, angka ini lebih rendah dibanding inflasi Agustus yang 3,49 persen.

"Ternyata pada pekan ketiga September ini kami mencatat deflasi," jelas Perry, Jumat (20/9).

Ia melanjutkan, sejumlah komoditas yang memberi andil deflasi pada September adalah cabai merah dengan nilai 0,21 persen. Menurut Perry, harga cabai tidak lagi begitu "pedas" karena pasokannya sudah kembali stabil.

Kondisi tersebut membuat tren kenaikan harga cabai merah selama dua bulan ini bisa diputus. Selain cabai merah, komoditas yang menyumbang deflasi adalah bawang merah sebesar 0,07 persen.

"Kemudian, daging ayam ras juga menyumbang deflasi sebesar 0,05 persen," jelas dia.

Melihat data-data tersebut, perry optimistis inflasi hingga akhir tahun bisa di bawah target BI yakni 3,5 persen. DI tahun depan, BI berharap inflasi masih bisa di kisaran 3 persen plus minus 1 persen.

"Kami masih meyakini bahwa inflasi IHK akhir tahun ini akan di bawah titik tengah sasaran 3,5 persen plus minus 1 persen," pungkas dia.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat harga mengalami inflasi sebesar 0,12 persen secara bulanan pada Agustus 2019.

Secara tahun kalender, inflasi tercatat 2,48 persen dan secara tahunan sebesar 3,49 persen.

Iinflasi tertinggi bulan lalu terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar mengalami inflasi sebesar 1,21 persen dengan andil 0,09 persen karena kenaikan uang sekolah SD hingga perguruan tinggi. Kemudian, inflasi juga dipicu kenaikan harga emas sehingga membuat kelompok sandang memberi andil inflasi 0,66 persen.

 

Sumber : cnnindonesia.com