Sinabang, Pulau Aceh yang Lebih Dikenal Wisman Karena Ombaknya

Di Kutip Oleh : PUBinfo Redaksi 20 Sep 2019, 09:26:25 WIB | dibaca : 54 pembacaWisata

Sinabang, Pulau Aceh yang Lebih Dikenal Wisman Karena Ombaknya

Ilustrasi pantai di Sinabang (Randy/detikcom)

Simeulue - Mungkin tak banyak traveler yang mengenal Kabupaten Simeulue di Pulau Sinabang, Aceh. Hanya di mancanegara, namanya sudah dikenal wisman karena ombaknya.

Berada di sisi Barat Provinsi Aceh, Pulau Sinabang merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang menyimpan banyak potensi bahari serta pariwisata. Selama seminggu dari tanggal 28 Agustus-5 September 2019 tim Tapal Batas detikcom yang bekerjasama dengan Bank BRI menyusuri keindahan pulau ini untuk menguak potensinya.

Dari segi hasil perikanan, Pulau Sinabang telah lama dikenal sebagai penghasil lobster hingga gurita. Begitu populernya, hingga Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti pernah menjadi salah satu warganya sekaligus membuka usaha tambak lobster di sini.

Bandar Udara Lasikin di Kabupaten Simeulue (Randy/detikcom)


Namun, tak hanya hasil laut yang membuat Pulau Sinabang dikenal. Ombak pulau ini disebut-sebut cukup menantang dan membuat turis asing datang untuk menjajal olahraga surfing.

Fakta menarik lainnya, nama pulau ini malah lebih populer di kalangan turis asing pecinta surfing ketimbang wisatawan dalam negeri. Hal itu pun dijelaskan oleh Kadispar Simeulue, Abdul Karim, saat ditemui detikcom di lokasi.

"Kalau bicara wisata, Simeulue terkenal dengan wisata bahari dan sudah kita buktikan, tiga hingga empat kali ini kita selenggarakan kompetisi surfing internasional," ujar Abdul.

Pulau ini dikenal akan ombaknya (Randy/detikcom)


Selama beberapa tahun terakhir, nama Simeulue tercatat sebagai lokasi kompetisi surfing internasional yang berafiliasi dengan World Surf League (WSL). Bersama dengan Krui (Lampung), Rote (NTT) dan Pacitan (Jawa Timur), namanya telah cukup harum di kalangan pecinta olahraga surfing.

Hal itu pun kian dibuktikan dengan meningkatnya jumlah wisman yang datang liburan ke Kabupaten Simeulue dari tahun ke tahun. Di mana tujuan utamanya adalah untuk surfing hingga diving.

"Bisa kita buktikan dari 2016 itu hanya sekitar lima ratusan wisatawan asing ke Simeulue. Tahun 2017 tujuh ratusan, 2018 1106, mudah-mudahan tahun 2019 ini kami berharap 1.500 atau 2.000 orang. Ini artinya kita melakukan lompatan-lompatan," ujar Abdul.

Pengembangan potensi wisata bahari dan surfing di Pulau Sinabang pun turut didukung oleh Bupati Simeulue, Erli Hasyim. Ditemui detikcom di lokasi terpisah, hal itu dibuktikan Erli dengan banyak event berskala internasional di Simeulue.

"Alhamdulillah pemerintah daerah semakin giat dengan mengadakan berbagai event baik yang berskala internasional, regional dan daerah sendiri. Sebagai contoh kita melakukan event dalam rangka pelaksanaan surfing internasional, kemarin kemah wisata yang setingkat nasional. Inshallah 2020 juga akan ada skala event yang lebih besar lagi yang didukung Kemenpar kemudian Pemerintah Aceh," ungkap Erli.

Pondokan surfing di salah satu resort (Randy/detikcom)


Ke depannya, sektor pariwisata pun diharapkan Erli dapat menjadi roda penggerak ekonomi utama di Simeulue di luar perikanan yang lebih dulu populer.

"Saya sangat merasa yakin, mudah-mudahan dengan munculnya dunia pariwisata Simeulue ini akan menjadi sebuah agenda ekonomi baru untuk masyarakat kita," tutup Erli.

Dalam prosesnya, Erli pun mengajak semua pihak di Sinabang untuk terlibat langsung dalam pembangunan pariwisata. Tak terkecuali untuk Bank BRI yang telah hadir di sana.

"Saya pikir BRI juga sudah bagus. Khususnya BRI saya lihat sudah masuk ke kantong-kantong masyarakat," tutup Erli.

detikcom bersama Bank BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan.

Ikuti terus berita tentang ekspedisi di pulau-pulau terdepan Indonesia di tapalbatas.detik.com!

 

Sumber : detik.com