Samsung Sebut Terbentur Proses Boyong Galaxy Note 10 Plus 5G

Di Kutip Oleh : PUBinfo Redaksi 21 Sep 2019, 08:54:26 WIB | dibaca : 40 pembacaTeknologi

Samsung Sebut Terbentur Proses Boyong Galaxy Note 10 Plus 5G

Samsung Galaxy Note 10. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)

Seoul - Samsung belum dapat memastikan kapan akan membawa Galaxy Note 10 Plus 5G ke Indonesia, kendati peluncuran resminya sudah dilakukan sejak awal September silam.

Product Marketing Samsung Indonesia Taufiq Furqan mengatakan kemunculan perangkat berbasis 5G di Indonesia hingga saat ini masih terbentur proses. Padahal Taufiq mengatakan pihaknya siap menyediakan ponsel 5G jika jaringannya sudah bisa digunakan oleh operator seluler.

"Di Indonesia sendiri terbentur dengan proses. Kita sudah tanya ke operator. Samsung sendiri siap, perangkat maupun frekuensi," ungkap Taufiq saat media workshop Galaxy Note 10 di Seoul, Korea Selatan, Rabu (18/9).

"Saat operator menyediakan jaringannya, kita sudah siap. Untuk ponsel 5G kami mengembangkan modem sendiri," tambahnya.

Saat ini Galaxy Note 10 Plus 5G baru dipasarkan di Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Australia. Taufiq mengatakan ponsel Samsung Galaxy Note 10 Plus 5G bisa dibanderol US$100 dolar per unit dibandingkan dengan generasi 4G.

Untuk menyediakan konektivitas cepa, Samsung membenamkan SoC Exynos 9825 untuk Galaxy Note 10 dan Note 10 Plus. Cipset ini dikawinkan dengan modem Exynos 5100 yang mendukung 5G NR untuk menyediakan jaringan 5G.

"Modem Exynos 5100 di Indonesia tidak ada. Perbedaanya di Korsel ada modem itu. Desain dan spesifikasi sama dengan Galaxy Note 4G, bedanya hanya modem 5G saja. Ketika ada jaringan 5G bisa langsung masuk," ujarnya.

Ketersediaan jaringan 5G menawarkan kecepatan tinggi untuk streaming video beresolusi tinggi, unduh konten dalam waktu cepat, dan streaming gim berat secara real time.

Taufiq menerangkan Samsung memiliki paten 5G mulai dari cipset, infrastruktur jaringan, hingga perangkat seluler yang sudah mengantongi sertifikasi dari Komisi Komunikasi Federal AS (FCC).

 

Sumber : cnnindonesia.com