Belum 5 Menit, Amankah Makan Makanan yang Jatuh ke Lantai?

Di Kutip Oleh : PUBinfo Redaksi 29 Nov 2021, 08:51:09 WIB | dibaca : 81 pembacaKesehatan

Belum 5 Menit, Amankah Makan Makanan yang Jatuh ke Lantai?

"Belum lima menit!" Amankah makan makanan yang sudah jatuh ke lantai? Berikut penjelasannya.

Jakarta - "Belum lima menit!" demikian seruan yang mungkin sering Anda ucapkan atau dengar ketika potongan terakhir makanan kesukaan terjatuh ke lantai.

Berat memang untuk merelakan dan membuang makanan, apalagi potongan terbaiknya, jatuh ke lantai. Namun, Anda juga berada di tengah-tengah dilema, amankah makanan yang sudah jatuh ke lantai dimakan lagi?

Menurut anggapan yang terkenal sejak dulu, jika makanan diambil dalam waktu kurang dari lima menit, maka makanan tersebut masih aman untuk di makan.

Hal ini bahkan sudah menjadi kepercayaan umum yang mengakar dalam masyarakat bahwa kuman dan bakteri tidak menempel di permukaan makanan dalam batas waktu tersebut dan aman untuk dikonsumsi. Benarkah demikian?

Jawaban sederhana untuk pertanyaan apakah makanan yang jatuh ke lantai masih aman jika diambil sebelum lima menit, adalah tidak.

Sebagaimana dilansir Times of India, makanan yang bersentuhan dengan permukaan yang terkontaminasi, bahkan untuk 1 detik, sudah membuat sejumlah bakteri menempel.

Dan makan makanan yang sudah jatuh, bisa membuat Anda terkena risiko diare serta keracunan makanan. Selain itu, tidak ada cara untuk mengetahui jenis bakteri apa yang ada di permukaan.

Sekalipun permukaan lantai tampak bersih, tapi Anda tidak dapat memastikan berapa banyak orang yang telah berjalan kaki dan kuman yang menempel dari tempat itu.

Bahkan meja dapur dan wastafel tidak sebersih yang Anda kira. Studi menunjukkan bahwa benda tersebut menyimpan berbagai jenis bakteri dan lebih kotor daripada tempat sampah Anda. Selain itu, tidak ada studi ilmiah untuk mendukung aturan "belum 5 menit."

Jadi, Anda harus berpikir dua kali sebelum mempercayainya.

Di sisi lain, kuman dan bakteri mungkin tidak membahayakan semua orang tetapi dapat menjadi ancaman besar bagi beberapa orang. Ini termasuk:

- anak-anak
- orang tua atau lansia
- wanita hamil
- orang dengan autoimun

 

Sumber : cnnindonesia.com